PENTINGNYA MANAJEMEN KELAS
Disini tantangan dimulai. Tentu bukan materi yang tidak
bisa saya pahami, gak mungkin saya tidak memahami materi matematika anak kelas
1 SMP, kalau sekarang sudah dirubah menjadi kelas VII. Entah siapa yang
merubahnya, gak ada yang sms ke nomor hp saya, apalagi menelepon. Saya sungguh
heran, ini anak-anak kalau guru menerangkan, mereka ternyata punya topik
sendiri yang diobrolkan. Tidak akan mencatat kalau tidak disuruh, disertai dengan
paksaan tentunya. Tentu saya bingung, kalau tidak mau dibilang gondok/jengkel.
Gak mungkin mereka memahami pelajaran kalau mereka seperti ini. Jangankan
ulangan harian tentang materi minggu lalu, materi yang baru saja disampaikan
banyak yang tidak memahami. Untuk kejadian seperti ini saya lebih menyalahkan
diri sendiri, mungkin memang salah saya yang tidak bisa menyampaikan materi
dengan baik. Kejadian ini berlangsung lama dan terus menerus, lebih dari 1
tahun mungkin, dan ini merupakan PR bagi saya. Disini saya harus mencari hal
yang baru agar anak-anak mau memperhatikan pelajaran, tidaklah harus semua,
sebagian saja lumayanlah.
Gambar suasana kelas diawal merintis sekolah hanya dengan 5 siswa
Setelah sharing dengan teman-teman guru dan dengan istri
tentunya, karena kebetulan istri saya sarjana keguruan, ternyata ada yang tidak
saya miliki, yaitu manajemen kelas. Ooo…
ternyata begitu ya.
Setelah bertanya ke mbah google bisalah dipahami apa itu
manajemen kelas. Tidak usah saya bahas disini apa itu manajemen dan kelas. Berdasarkan
pengalaman saya, manajemen kelas itu pada intinya bagaimana mengombinasikan pengetahuan
dan ketrampilan yang kita miliki untuk menngontrol kelas. Atau usaha yang kita
lakukan dalam mengondisikan keadaan kelas sedemikian rupa, agar proses belajar
mengajar dapat berlangsung dengan nyaman dan tenang dan tujuan kita mengajar
dapat tercapai. Karena fungsinya adalah tercapainya tujuan pembelajaran, maka
kita bisa mengatur proses pembelajaran dengan berbagai cara, bisa dengan
membuat kelompok, atau tanya jawab yang interaktif dan kita harus lebih
komunikatif. Semua itu bisa kita jalankan dengan baik apabila didukung dengan
wawasan, kecakapan dan atitude yang kita miliki dan cara komunikasi yang kita
gunakan dikelas, dan masih banyak hal yang lain tentunya.
Cara kita berkomunikasi memegang peranan yang penting.
Untuk dapat mengatur kelas dengan baik, buatlah diri kita menjadi seorang guru
yang mudah berkomunikasi, sampaikan kepada anak didik kita apa tujuan kita, apa
keinginan kita agar warga kelas bisa mengerti dengan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai.
Lebih dari 2 tahun saya baru bisa menjalankan manajemen
kelas ini dengan sedikit agak baik. Pada mulanya dulu ketika mengajar saya
selalu melihat handphone, bukan ingin menjawab panggilan atau membalas sms
tentunya. Mata saya selalu melirik ke jam digital di handphone. Dan disaat
waktu istirahat masih lama, saya kebingungan apa yang harus saya lakukan.
Melanjutkan ke materi sudah tidak semangat dan tidak mungkin karena anak-anak
sudah tidak mau memperhatikan lagi. Disitu saya merasa betapa sulitnya
mengontrol kelas ini. Pada akhirnya kelas saya diamkan begitu saja dan disaat
jam menunjukkan 30 menit jelang istirahat kelas langsung saya bubarkan.
Untuk dapat menjalankan manajemen kelas dengan baik,
setidaknya kita mengacu kepada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang kita
buat diawal tahun pelajaran. Karena RPP itulah panduan kita untuk mengatur
pelaksanaan pembelajaran dikelas. Tapi RPP itu belum cukup karena sebagaimana
kebiasaan dan penyakit kita sewaktu kuliah dahulu, yang hanya mengandalkan copy
paste ketika ada tugas, copy paste ini bisa dari internet atau teman sekelas.
Dan itulah yang kita alami ketika membuat RPP, kita mencari diinternet bukan
sebagai bahan rujukan atau pedoman, tapi kita langsung mengganti nama sekolah,
guru pengampu dan kepala sekolah. Sehingga kita tidak memahami esensi dari RPP
yang telah kita “buat” tersebut. Jangankan untuk memahami isi RPP, membaca
sekilas pun kita enggan.
Padahal jika memahami RPP dengan baik disitulah kunci
kita mengontrol waktu dan kelas secara bersamaan dengan baik.
Sekarang ini, setelah saya mampu mengondisikan keadaan
kelas dengan sedemikian rupa seolah waktu berjalan dengan cepat. 80 menit (2 jam pembelajaran) terasa masih
kurang, dan anak-anak pun merasakan hal sama. Namun kita juga tidak boleh
terlena, 80 menit itu harus bisa kita gunakan sedemikian rupa agar dapat
berjalan seimbang antara materi dan tugas yang akan kita berikan.
Sebagai seorang guru yang mengajar dikelas, teknik
manajemen kelas ini haruslah kita kuasanya. Silahkan mengembangkan teknik
tersendiri yang sesuai dengan selera kita. Jangan terlalu terpaku kepada teori,
jangan terlalu pula mengikut cara rekan guru lainnya. Teori dan pengalaman guru
lain sekedar kita jadikan referensi saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar